Galau. Satu kata yang masih menjadi
trending topic di kalangan remaja zaman sekarang. Dimana-mana galau,
sedikit-sedikit galau. Kapan move on.nya?? *Ehh XD. Well.. di usia belasan
tahun, memang identik dengan tacin (*cinta maksudnya), dan segala macam tetek
bengeknya.. termasuk yang satu ini >> GALAU.
Ada yang bilang kalau galau itu
sebenarnya.. "Gelisah Antara Lanjut Atau Usai" (Bener gak, sih??
._.v). Kalau aku sendiri... belum pernah merasakan yang namanya galau. Soalnya
memang gak ada yang bisa dibikin galau --" (bilang aja, jomblo). Tapi kalo
gak tahu harus gimana, gelisah, berasa jadi kaya setengah waras... sering sih.
Aku gak tau itu bisa dibsebut galau atau bukan, karena.. seperti yang aku
bilang, seandainya galaupun untuk siapa. Kembali ke setengah waras, aku paling
benci sama penyakit itu. Karena kalo udah kambuh, aku beneran kaya orang gak
waras. Tatapan kosong, pikiran kacau, tampak menyedihkan. Ok.. aku lebay. Gak..
ga segitunya, kok. Kalo menurutku, "setengah waras syndrome" ini,
lebih parah daripada galau. Kenapa? yaa.. karena gak jelas. Coba deh, dipikir..
kalo galau, udah jelas pasti ada sebabnya, kalau bukan karena pacar, mungkin
teman. Tapi kalo tiba-tiba bad mood tanpa ada sebab, gak fokus, bawaannya
pengen marah mulu.. apa gak aneh? mungkin.. bagi cewek2, itu bisa dikaitkan
dengan PMS. Nah.. kalo cowok? masa iya? XD. Yang jelas, kondisi seperti
itu sangat tidak menyenangkan, baik bagi laki-laki, maupun perempuan. Biasanya
hal seperti itu sering dialami remaja yang masih berseteru dengan dirinya
sendiri. Mungkin ada satu hal di dalam diri mereka yang mereka coba ingkari.
Atau.. ada satu hal dalam diri mereka yang mereka cari. Masih banyak kemungkinan
lainnya. Yang jelas, keadaan seperti itu bukan tanpa sebab. Pasti ada sesuatu
yang membuat mereka seperti "setengah waras". Dan mereka coba
mengabaikannya, tapi tak bisa. Akhirnya.. mereka tak tahu harus berbuat apa.
Ini berdasarkan pengalaman teman-temanku. Termasuk aku juga --". Lalu, apa
yang harus kita lakukan ketika "setengah waras" syndrome ini, menimpa
kita? Pertama, kita harus tau apa yang membuat kita menjadi seperti itu. Karena
tak mungkin perasaan itu muncul sendiri, tanpa ada sebab. Kedua, coba temukan
jalan keluar untuk masalah itu. Biasanya mereka yang mengalaminya, merasa
tertekan karena gak tau harus gimana. Kalo udah begini, saran aku sebaiknya
cari teman curhat. Tentunya yang bisa dipercaya, dan.. bisa memberikan solusi
yang baik buat kita. Misalnya, Ayah, Ibu.. atau sahabat kita. Tapi, kalo
masalah yang dirasa terlalu personal sebaiknya jangan dibagi-bagikan ke orang
lain. Cukup dibaikan ke Tuhan aja. Karena Tuhan itu pendengar yang baik. Coba
deh, dipahami.. Tuhan itu Maha Tahu. Tanpa kita ceritakan masalah kita, Tuhan
sudah tahu. Dan hebatnya.. Tuhan tetap mau mendengarkan keluh kesah kita,
walaupun Dia sudah mengerti betul dengan apa yang akan kita katakan. Bukan
hanya itu, Tuhan pasti dengan senang hati menolong kita. So.. jangan malu-malu
buat curhat sama Tuhan. Ceritakan semuanya. Kalo mau nangis, ga apa-apa..
nangis aja, Tuhan pasti mengerti. Akhir kata, Selamat mencoba... semoga apa
yang Iksan tulis kali ini, bisa bermanfaat buat kita semua. :D
