Tuesday, July 22, 2014

Life is about Struggle

Yattaaa.. yatttaa~ setelah sekian lama, akhirnya Iksan posting lagi. :v 
Lama banget gak tengok2 blogspot. Sampe banyak sarang laba2nya. XD Maaf ya, bloggie.. kau sudah terlalu lama ku abaikan. 

Life is about struggle. 
Ungkapan itu benar2 terasa saat itu, waktu aku merasakan betapa kerasnya berjuang di tahun akhir SMA. Setiap hari terasa begitu berat. Datang 45 menit sebelum bel masuk, pulang 30 menit setelah bel pulang. Di tambah lagi tugas yang gak pernah habis2nya. Waktu belajar efektif yang kepotong-potong, yang akhirnya sehari bisa ulangan harian dua sampe tiga mapel, bahkan pernah sampe semua mapel. =______=" Hari demi hari berlalu, sampe tibalah aku di medan perang pertama. UN. Entah kenapa  sampe sekarang, aku masih gak suka sama kata itu. Ya udahlah.. skip aja. Gak baik kan, menjelekkan bangsa sendiri. Lagipula di posting kali ini, Iksan mau berbagi kebahagiaan, bukan nestapa. ^_^ Well.. singkatnya, aku bisa lulus, dengan nilai yang jujur ku akui, paspasan. But, never mind.. itu hasil kerja kerasKU. Aku bangga dan sangat bersyukur. 

Like I said, that 's the first battle. There are still a lof of battle which waiting to be conquered by me. And now, I'm gonna tell you the story of those battles, my struggle, and my victory.
 
Bukan cuma lulus yang jadi target utama, tapi kelanjutan setelahnya jauh lebih penting. Akan kemanakah aku? Apakah aku bisa di terima di sana? Apakah nilai2 yang telah aku kumpulkan 3 tahun terakhir ini, bisa membawaku ke sana?

Second battle >> SNMPTN. 
Kalo aku boleh bilang, ini pertarungan jangka panjang. Dari 2011 sampe awal april 2014 aku berjuang untuk ini. Belajar, kumpulin nilai sebanyak2nya, ikut macam2 event tapi gak ada yang sukses. =_= sebenarnya ada sih, cuma kayanya itu gak akan banyak membantuku dalam SNMPTN. Dan akhirnya... 27 Mei 2014, perang itu usai. Dan aku gagal. Ya.. I think my lucky is not enough to conquer this battle. Sempat kecewa juga. Tapi gak apa2.. emang belum rejekinya. :)

Third battle >> SBMPTN. 
Untuk yang satu ini, honestly, I really doubt I can pass the  test well. Entah kenapa, bagiku soal SBMPTN tahun ini, jauh jauh jauh.. lebih sulit dari soal2 SBMPTN tahun2 lalu yang pernah aku pelajari. Bahkan ujian sainteknya cuma aku jawab 28, padahal soalnya ada 60. "Astaghfirullah.. apakah kemampuanku cuma segini?", pernah kepikiran begitu. Dan yang bikin aku lebih worry waktu itu, di kelas tempat aku tes, banyak peserta tes yang mengulang ikut SBMPTN lagi. Mereka ada yang lulus setahun yang lalu, dua tahun yang lalu. Ada satu orang, dia lulus dua tahun yang lalu, dan aku masih sangat ingat apa yang dia bilang setelah ujian saintek waktu itu, yang pasti apa yang dikatakannya waktu itu, bener2 buat aku hampir nangis, jujur. Akhirnya sepanjang perjalanan pulang, aku cuma bisa diam, meratapi kegagalanku (waktu itu aku udah sangat gak yakin bisa lolos SBMPTN). 

Fourth Battle >> UMPN, UM-UGM, UM-UNEJ. 
Dengan bayang2 gagal SBMPTN, akhirnya aku putuskan untuk berjuang lagi. Aku ikut ujian2 itu. yang pertama UMPN. Sebenarnya pelaksanaan UMPN lebih dulu dari SBMPTN, aku ikut ujian itu sebagai pertimbangan untuk jaga2 kalo misalnya aku dapat kemungkinan terburuk dari semua ujian yang aku ikuti. Kedua, UM-UGM. For sure, this is my biggest expectation. Karena memang dari dulu, aku sangat sangat ingin bisa lanjut di UGM. Banyak cerita selama aku ikut UM-UGM ini, tapi kalo aku ceritakan semua, bisa gak kelar2 ini posting. :v Dan... yang ketiga, UM-UNEJ. Kalo yang ini, atas saran dari ayah, karena jujur waktu itu rasanya udah capek banget. Udah lelah otak ini buat digodok. Tapi gak apa2, demi menghilangkan kekhawatiran ayah, akhirnya aku ikuti juga ujian ini. 

And the result......
Aku ulas satu satu yaa.. Pertama UMPN. Alhamdulillaah.. lolos, dan diterima di pilihan pertama, DIV Rekam Medik. Setelah aku pertimbangkan lagi, aku gak ambil UMPN aku, karena memang dari awal aku udah tetapkan UMPN di prioritas paling akhir, tapi UMPNnya minta di nomor satukan, waktu registrasi ulangnya lebih dulu dari Pengumuman SBMPTN. Walhasil.. dengan keyakinan penuh, aku lepas keberhasilan aku yang pertama ini.
Next.. SBMPTN, semenjak usai tes aku benar2 sudah tidak berharap apa2 lagi sama yang satu ini, bahkan di setiap doa, aku hampir selalu memohon pada Allah, supaya aku bisa lolos UM-UGM. 
Pengumuman SBMPTN 16 Juni 2014, 17.00. Dan aku abaikan pengumuman itu. Yup.. aku udah berencana, kalo aku akan lihat hasil SBMPTNku tanggal 18 Juni, bareng sama Pengumuman UM-UGM. Jadi, kalo misalnya aku harus kecewa lagi, aku harap kecewanya gak lebih lama, karena kalo misalnya aku lihat pengumuman SBMPTN tanggal 16, ada tanggal 17 sebelum aku tahu hasil UM-UGMku, dan kalo misalnya aku lihat pengumuman keduanya pada 18 Juni, aku  bisa menghemat waktu kecewaku selama satu hari. Itu yang aku pertimbangkan waktu itu. I know it sounds funny. XD
Memang Allah Maha Kasih, Allah telah menunjukkan kasihnya kepadaku lewat orang tua, guru2, dan teman2 semua. Banyak temanku yang bertanya kabar SBMPTNku, tapi aku abaikan mereka semua, sampe esoknya tanggal 17 Juni, ada satu temanku, teman baik, sangat baik mungkin. Dia sudah tiga kali sms aku, tanya kabar SBMPTNku, dan di smsnya yang ke empat, aku udah gak bisa nahan diri sampe besok, untuk tahu hasil SBMPTNku. Saat itu juga, aku bela2in beli pulsa buat hp (alasan utama kenapa aku abaikan sms teman2ku XD ) sama modem. Aku cek di web SBMPTN, dan.. ini yang aku dapat ... 
"Alhamdulillaah.." hanya syukur yang keluar dari bibirku. Aku benar2 gak nyangka, Apa yang selama ini, aku  abaikan, ternyata.. justru itu yang bisa membuat aku bahagia. I'm so thankful.. I really feel blessed. I know He always hears me, He never lets me fall. Aku sangat yakin akan itu. 
Dengan izin dan ridlo Allah, aku bisa diterima di universitas yang selama ini aku idam-idamkan. :') Alhamdulillah.. all praises is to Allah, the guidance of the whole universe.. 

Then, gimana kabar UM-UGM dan UM-UNEJ nya?
Untuk UM-UGM, diterima gak diterima, yaa.. udah pasti aku terdaftar sebagai calon maba UGM angkatan 2014. Hehe.. dan hasilnya, aku gagal. Untuk UM-UNEJ, Alhamdulillaah.. Allah masih memberi aku kesempatan, untuk menyenangkan hati ayah dan ibu. :) lewat UM-UNEJ, Aku diterima di Teknik Sipil Unej. Tapi, karena memang dari dulu aku sudah sangat ingin bisa lanjut di UGM, Akhirnya Teknik Sipil Unej aku lepas juga. Dan Alhamdulillaah.. Allah menganugerahi aku, ayah dan ibu yang paling baik di dunia. Mereka menghargai apapun dan mendukung sepenuhnya keputusan aku. Makasih Ayah, Ibu. :)

Wow.. banyak juga ceritanya.. XD
last word.. Thankyou Allah atas segala rahmat dan nikmat yang telah Engkau berikan kepada hamba, Terima kasih Ayah, Ibu atas semua kasih yang tiada pernah habisnya yang selalu kalian curahkan kepada putramu ini, Terima kasih kepada Pak Iksan, Bu Agustin, Bu Prapti, Bu Jumalah, dan semua bapak ibu guru SMAN 1 Lumajang, yang selama ini telah membimbing dan mendidik Iksan dengan sangat baik. Thankyou juga, buat Jaya, Ipang, Wafa, Mas Ighfir, Mbak Indana, dan teman2 semua yang selama ini sudah banyak membantu, dan memberikan semangat untuk Iksan. Dan.. Big thanks for you who read this story of me.. :))
Aku telah meraih satu dari sekian mimpi2ku.
Buat kalian yang punya mimpi, berjuanglang untuk mimpi kalian, dan yakinlah kalian pasti akan meraihnya suatu hari nanti. Banzai!!